Cara Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung serta Contoh

Menghitung Permukaan Tabung - Di matematika telah di kenal adanya rumus volume dan luas permukaan tabung. Rumus ini di pelajari sejak sekolah menengah ke atas dan pada umumnya di sekolah menengah atas juga di pelajari. Pada postingan kali ini, kami akan membahas tentang rumus volume tabung, rumus luas permukaan tabung, contoh soal volume tabung, contoh luas permukaan tabung, cara menghitung luas dan volume permukaan tabung, cara mengerjakan luas dan volume permukaan tabung dan lain-lain. Semoga dengan adanya artikel ini, anda semakin paham mengenai volume dan luas permukaan tabung beserta contoh-contoh soal yang kami berikan.

Tabung

Tabung merupakan gambar tiga (3) dimensi yang dapat anda perhatikan dari setiap sisi. Jika anda perhatikan, tabung sebenarnya merupakan gabungan dari lingkaran dan persegi panjang. Maka dapat disimpulkan bahwa tabung adalah lingkaran ditambah dengan persegi panjang. Bentuk tabung terdiri atas alas yang membentuk lingkaran dan memanjang ke atas serta bagian atas berbentuk pula lingkaran.

Perhatikan Gambar agar lebih paham:

Keterangan:
Dari gambar dapat dilihat bahwa tabung terdiri atas dua (2) lingkaran dan satu (1) persegi panjang. Dua (2) lingkaran merupakan alas dan penutup atas tabung sedangkan persegi panjang merupakan selimut atau sisi yang bagian samping tabung.

Rumus Menghitung Tabung

Setelah memahami bagian-bagian dari tabung, kami akan menjelaskan mengenai rumus yang digunakan pada tabung. Rumus yang di gunakan pada tabung ada dua (2) yaitu rumus menghitung luas permukaan tabung dan rumus menghitung volume tabung.

Rumus menghitung Luas permukaan Tabung


Luas Permukaan Tabung = 2 x luas alas + luas persegi panjang (selimut)

atau

Luas Permukaan Tabung = 2 x (π x r2) + (p x l)

Keterangan:
r = jari-jari lingkaran alas
p = panjang (keliling lingkaran alas)
l = lebar (tinggi tabung)
π = 3,14 atau 22/7 (ketetapan)

Karena, p = panjang merupakan keliling lingkaran alas adalah 2 x r x π atau d x π (d = diameter) dan l = lebar merupakan tinggi tabung. Maka rumus dapat di jabarkan sebagai berikut:

Luas Permukaan Tabung = (2 x π x r2) + (2 x r x π x t)

Keterangan:
π = 3,14 atau 22/7 (ketetapan)
r = jari-jari lingkaran alas
t = tinggi tabung


Contoh Soal Menghitung Luas Permukaan Tabung

Sebuah tempat pensil yang berbentuk tabung memiliki tinggi sebesar 25 cm. Jika diameter alasnya adalah 14 cm, Berapakah luas permukaan tabung tersebut?
Jawab:
Diketahui:
t = 25 cm
π = 3,14 atau 22/7 (ketetapan)
d = 14 cm
maka:
r = d/2 = 14/2 = 7 cm
Ditanyakan:
Luas Permukaan tempat pensil berbentuk tabung ... ?
Penyelesaian:
Gunakan rumus untuk menghitung luas permukaan tabung,

Luas Permukaan Tabung = (2 x π x r2) + (2 x r x π x t)

Masukkan nilai yang diketahui ke dalam rumus,

L = (2 x π x r2) + (2 x r x π x t)
    = (2 x 22/7 x 72) + (2 x 7 x 22/7 x 25)
    = 308 + 1100
    = 1.408 cm2

Jadi, Luas permukaan tempat pensi yang berbentuk tabung tersebut adalah sebesar 1.408 cm2

Rumus menghitung Volume Tabung


Volume Tabung = Luas alas tabung x tinggi tabung

atau

Volume Tabung = (π x r2) x t

Keterangan:
π = 3,14 atau 22/7 (ketetapan)
r = jari-jari lingkaran alas tabung
t = tinggi tabung

Contoh Soal Menghitung Rumus Volume Tabung

Perhatikan Gambar berikut ini:
Jika keliling alas tabung tersebut sebesar 440 cm, berapakah volume tabung tersebut?
Jawab:
Diketahui:
t = 30 cm
π = 3,14 atau 22/7 (ketetapan)
keliling alas = 440 cm
Ditanyakan:
Volume tabung ... ?
Penyelesaian:
Pertama, carilah nilai r pada rumus keliling alas yang diketahui,
Gunakan rumus keliling lingkaran untuk mencari r,

Keliling lingkaran = 2 x r x π

Masukkan nilai yang diketahui ke dalam rumus dan jabarkan sedemikian rupa agar r dapat di cari,

K.l                   = 2 x r x π 
440                  = 2 x r x 22/7
440/(2 x 22/7) = r
                      r = 440/(2 x 22/7)
                         = 440/(44/7)
                         = 440 x 7/44
                         = 70 cm

Jadi, di dapatkan r = 70 cm, kemudian masukkan nilai r ke dalam rumus volume tabung untuk mencari volume tabung sesuai dengan pertanyaan di atas,

Volume Tabung = (π x r2) x t

masukkan nilai yang diketahui ke dalam rumus,

V =  (π x r2) x t
    = (22/7 x 702) x 30
    = 462.000 cm3

Jadi, Volume tabung tersebut adalah sebesar 462.000 cm3

Kesimpulan:


  • Tabung merupakan bagian dari lingkaran dan persegi panjang
  • Untuk dapat menghitung tabung, rumus yang di gunakan adalah Luas Permukaan Tabung = (2 x π x r2) + (2 x r x π x t) dan Volume Tabung = (π x r2) x t
  • Perhatikan terlebih dahulu bunyi soal dan apa yang di tanyakan pada soal sebelum menjawab.

Demikianlah beberapa pemaparan mengenai Cara Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung serta Contoh. Jika anda memiliki pertanyaan seputar materi di atas, silahkan tinggalkan pertanyaan kalian di papan komentar yang ada di bawah. Jika ada sesuatu yang salah pada artikel kami seperti kesalahan hitung, kesalahan kata dan lain-lain, tolong beritahukan kami pada komentar atau anda dapat langsung menghubungi kami di kontak kami. Semoga bermanfaat.

Sumber : Matematika  SMA

Cara Menghitung, Rumus Diagram Lingkaran serta Contoh

Rumus Menghitung Diagram Lingkaran - Diagram lingkaran sering di jumpai di berbagai soal dalam matematika. Pelajaran matematika sudah di dapatkan mulai dari bangku sekolah dasar dan diagram lingkaran mulain di pelajari di bangku sekolah menengah pertama. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang diagram lingkaran, cara menghitung diagram lingkaran, rumus diagram lingkaran, rumus menghitung diagram lingkara, contoh soal diagram lingkaran, rumus diagram lingkaran biasa (dalam bnetuk angka), rumus diagram liangkaran dalam bentuk derajat, rumus diagram lingkaran dalam bentuk persen, teori perbandingan dan lain-lain. Semoga dengan membaca artikel kami ini anda lebih paham mengenai diagram lingkaran.

Diagram Lingkaran

Diagram lingkaran merupakan diagram yang menampilkan sebuh data atau hasil angka dalam bentuk lingkaran. Diagram sendiri terbagi atas beberapa jenis, diantaranya diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran. Pada soal-soal matematika sering di gunakan diagram lingkaran untuk mengetahui perbandingan dari total jumlah yang diketahui. Biasanya diagram lingkaran digunakan untuk persentase, menentukan statistik, dan lain-lain. Berikut beberapa unsur diagram lingkaran, sebagai berikut:
Perhatikan Gambar berikut:
Gambar 1:
Dari gambar diatas dapat di lihat bahwa data yang terdapat pada gambar adalah data A, data B, data C, dan data D. Semua data mempunyai batasan daerah yang membedakan besaran data atau jumlah pada masing-masing data. Untuk mencari besaran data atau berapa jumlah pada masing-masing data, terlebih dahulu harus di ketahui beberapa data. Ada beberapa jenis soal yang mungkin digunakan pada diagram lingkaran, diantaranya:

  • Diagram lingkaran biasa (dalam bentuk angka)
  • Diagram lingkaran dalam bentuk derajat (°)
  • Diagram lingkaran dalam bentuk persen (%)


Rumus Diagram Lingkaran

Rumus yang digunakan dalam mencari nilai yang ditanyakan berbeda-beda pada diagram lingkran. Tergantung bunyi soalnya bagaimana, kami akan membahas secara terpisah sesuai contoh kasus soal yang sering di temui. Berikut beberapa rumus yang dapat di gunakan pada diagram lingkaran, diantaranya:

Rumus diagram lingkaran biasa (dalam bentuk angka)

Pada kasus diagram lingkaran biasa (dalam bentuk angka), anda dapat menghitungnya sesuai dengan rumus umum diagram lingkaran yang biasa di gunakan:

Rumus:

Jumalah data yang ditanyakan = total jumlah data - total data yang diketahui

Contoh soal

Sebuah kelas memiliki total siswa sebanya 42 siswa yang di bentuk dalam diagram lingkaran sebagai berikut:

Jika banyak siswa yang mengikuti kegiatan eskul yang dibentuk dalam diagram lingkaran seperti di atas. Berapakah jumlah siswa yang tidak mengikuti eskul sama sekali?
Jawab:
Diketahui:
Total siswa = 42 siswa
Eskul basket = 10 siswa
Eskul bola = 5 siswa
Eskul silat = 10 siswa
Ditanyakan:
Siswa yang tidak mengikuti eskul ... ?
Penyelesaian:
Rumus:
Jumalah data yang ditanyakan = total jumlah data - total data yang diketahui

Siswa yang tidak mengikuti eskul = total siswa - (eskul basket + eskul bola + eskul silat)
                                                       = 42 siswa - (10 siswa + 5 siswa + 10 siswa)
                                                       = 42 siswa - 25 siswa
                                                       = 17 siswa
Jadi, siswa yang tidak mengikuti eskul sama sekali adalah 17 siswa

Rumus Diagram Lingkaran dalam bentuk Derajat (°)

Pada kasus ini, data yang di ketahui berbentuk derajat. Untuk dapat mengetahui jumlah yang ditanyakan, pertama yang harus diketahui adalah jumlah derajat yang di tanyakan kemudian membaginya denga 360° (360° merupakan ketetapan lingkaran penuh) setelah itu kalikan dengan total jumlah nilai yang diketahui.

Rumus:

Nilai yang ditanyakan = (Jumlah sudut/360°) x total nilai

Contoh soal

Sebuah sekolah memiliki 1260 siswa. Di sekolah tersebut mengharuskan siswanya untuk ikut serta dalam kegiatan eskul. Jika siswa yang mengikuti eskul dibentuk dalam diagram lingkaran dalam bentuk derajat (°) sebagai berikut:
Berapakah jumlah siswa yang mengikuti esukul musik?
Jawab:
Diketahui:
total siswa = 1260 siswa
eskul basket = 130°
eskul bola = 100°
eskul silat = 80°
Ditanyakan:
Banyak siswa yang mengikuti eskul musik ... ?
Penyelesaian:
Pertama cari berapa derajat siswa yang mengikuti eskul musik,
eskul musik = 360° - (eskul basket + eskul bola + eskul silat)
                    = 360° - (130°-100°-80°)
                    = 360° - 310°
                    = 50°
Kemudian, gunakan rumus untuk mencari jumlah siswa yang mengikuti eskul musik:
Jumlas siswa eskul musik = (derajat eskul musik/360°) x total siswa
                                          = (50°/360°) x 1260 siswa
                                          = 63000/360
                                          = 175 siswa
Jadi, jumlah siswa yang mengikuti eskul musik sebanyak 175 siswa

Rumus Diagram Lingkaran dalam Bentuk Persen (%)

Pada kasus ini, data yang diketahui berbentuk persen (%). Di beberapa soal, diagram lingkaran dalam bentuk persen sering di jumpai. Untuk dapat menyelesaikan soal dalam bentuk persen, jika yang di tanyakan adalah jumlah angka, pertama cari terlebih dahulu persen dari data yang di tanyakan kemudian kalikan dengan total jumlah nilai setelah itu bagikan dengan 100% (total persen).


Rumus:

Nilai yang ditanyakan = (persen nilai yang ditanyakan/100%) x total nilai

Contoh soal

Diketahui total barang yang dijual pedagang baju adalah 300 buah. Jika baju yang dijual dibentuk dalam diagram lingkaran sebagai berikut:
Carilah berapa baju anak yang dijual pedagang baju tersebut?
Jawab:
Diketahui:
Total baju = 300 buah
Baju remaja = 40%
Baju dewasa = 38%
Ditanyakan:
Banyaknya baju anak yang di jual ... ?
Penyelesaian:
Pertama-tama, cari berapa persen baju anak yang di jual.
persen baju anak = 100% - (baju remaja + baju dewasa)
                            = 100% - (40% + 38%)
                            = 100% - 78%
                            = 22%
Kemudian, gunakan persen baju anak yang di dapatkan kedalam rumus.
Jumlah baju anak = (persen baju anak/100%) x total baju
                             = (22% / 100%) x 300 buah
                             = 6600/100
                             = 66 buah
Jadi, jumlah baju anak yang dijual pedagang baju adalah 66 buah

Teori Perbandingan (Sering digunakan dalam diagram lingkaran)

Pada teori ini, dapat digunakan pada diagram lingkaran dalam bentuk derajat dan dalam bentuk persen. Teori perbandingan sangat membantu untuk menemukan nilai yang di cari jika yang diketahui sangat sedikit. Perhatikan penjelasan berikut:
Misalkan yang diketahui A dan B:
persen A = nilai A             atau                 derajat A = nilai A
persen B = nilai B              atau                derahat B = nilai B

Dari data diatas dapat dilakukan perbandingan A dengan B





maka untuk dapat mencari nilai, diantaranya:

nilai A = (persen A/persen B) x nilai B
atau
nilai A = (derajat A/derajat B) x nilai B

nilai B = (persen B/persen A) x nilai A
atau
nilai B = (derajat B/derajat A) x nilai A

untuk mencari persen atau derajat, diantaranya:

persen A = (nilai A/nilai B) x persen B
atau
derajat A = (nilai A/nilai B) x derajat B

persen B = (nilai B/nilai A) x persen A
atau
derajat B = (nilai B/nilai A) x derajat A

Contoh soal penggunaan Teori perbandingan dalam diagram lingkaran

Sebuah sekolah memiliki data-data siswa yang mengikuti kegiatan eskul dalam bentuk diagram lingkaran sebagai berikut:
Jika jumlah siswa yang mengikuti eskul bola sebanyak 450 siswa, berapakah siswa yang mengikuti eskul voli?
Jawab:
Diketahui:
persen eskul bola = 45 %
persen eskul voli = 25 %
jumlah eskul bola = 450 siswa
Ditanyakan:
Banyaknya siswa yang mengikuti eskul voli ... ?
Penyelesaian:
jumlah eskul voli = (persen eskul voli/persen eskul bola) x jumlah eskul bola
                             = (25% / 45%) x 450
                             = 11250/45
                             = 250 siswa
Jadi, jumlah siswa yang mengikuti eskul voli adalah 250 siswa

Kesimpulan:


  • Diagram lingkaran merupakan diagram yang digunakan untuk mempermudah dalam melihat data-data yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan berapa besar data dan perbadingan data yang satu dengan yang lainnya.
  • Untuk menggunakan rumus, perhatikan jenis soal dan perhatikan nilai yang diketahui.
  • Ada beberapa jenis soal diagram lingkaran yang sering muncul dalam soal, diantaranya diagram liangkaran biasa (dalam bentuk angka), diagram lingkaran dalam bentuk persen, dan diagram lingkaran dalam bentuk derajat.
  • Teori perbandingan digunakan apabila nilai yang diketahui (jumlah) dan bentuk nilai (dalam persen atau derajat) ada.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Cara Menghitung, Rumus Diagram Lingkaran serta Contoh. Jika anda memiliki pertanyaan seputar materi di atas, silahkan tinggalkan pertanyaan anda di papan komentar yang ada di bawah. Kami akan berusaha untuk menjawab semua pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.

Sumber : Matematika SMA

Cara Menghitung Bilangan Pecahan Campuran serta Contoh

Menghitung Bilangan Pecahan Campuran - Di pelajaran matematika, anda pasti sudah menemukan bilangan pecahan. Bilangan pecahan telah kita jumpai di bangku sekolah dasar (SD) dan merupakan pelajaran yang sangat dasar pada matematika. Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas tentang cara menghitung bilangan pecahan campuran serta contoh soal di antaranya: cara menambah bilangan pecahan campuran, cara mengurangi bilangan pecahan campuran, cara membagi pecahan campuran, cara mengalikan pecahan campuran, dan lain-lain. Semoga setelah anda membaca postingan kami ini, anda makin paham mengenai cara menghitung pecahan biasa.

Bilangan Pecahan

Bilangan pecahan merupakan bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang terdapat di atas penyebut atau merupakan bilangan yang akan di bagi oleh penyebut. Penyebut adalah bilangan yang terdapat di bawah pembilang atau merupakan bilangan yang akan membagi penyebut. Secara sederhana bisa di katakan sebagai berikut:
  • Pembilang = bilangan yang di bagi
  • Penyebut = bilangan yang membagi
Perhatikan :
 2 
 3
keterangan:
2 merupakan pembilang
3 merupakan penyebut

Jika pada pecahan campuran, terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa. Perhatikan bentuk pecahan campuran berikut ini:



Keterangan:
3 merupakan bilangan biasa
1/2 merupakan pecahan biasa

Menghitung Bilangan Pecahan Campuran

Berbeda dengan pecahan biasa, pada pecahan campuran sebelum melakukan operasi penghitungan terlebih dahuli ubah pecahan campuran ke pecahan biasa.


Selanjutnya melakukan operasi hitung sesuai dengan perhitungan pecahan biasa, Setelah itu ubah kembali pecahan biasa ke pecahan campuran jika diperlukan atau untuk menyederhanakannya.


1. Cara menambahkan Bilangan Pecahan Campuran

Menambahkan bilangan pecahan campuran merupakan peroses perhitungan dengan operator tambah. Untuk dapat menjumlahkan bilangan pecahan campuran, terlebih dahulu anda harus mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa setelah itu lakukan proses penambahan seperti halnya penambahan bilangan pecahan biasa. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kasus berikut ini:
Misalkan pada soal berikut:





Pertama, ubah masing-masing pecahan campuran tersebut ke pecahan biasa secara terpisah:







Setelah masing-masing pecahan campuran di ubah ke dalam pecahan biasa, lakukan proses penambahan sesuai dengan penambahan pecahan biasa.





Jadi, hasil yang di dapatkan,





Jika penyebutnya sama, maka langsung saja di tambahkan pembilangnya. Jika tidak, maka samakan dulu penyebutnya kemudian tambahkan pembilangnya jika sudah sama.

2. Cara Mengurangkan Bilangan Pecahan Campuran

Sama halnya dengan proses penambahan, yang berbeda adalah operator yang di gunakan adalah kurang. Sebelum melakukan pengurangan, ubah terlebih dahulu pecahan campuran ke pecahan biasa kemudian kurangkan pecahan sesuai dengan cara sebelumnya (cara mengurangkan pecahan biasa). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut:
Misalkan pecahan campuran yang akan dikurangkan sebagai berikut:





Ubah masing-masing pecahan campuran tersebut ke dalam pecahan biasa secara terpisah,








Setelah itu, lakukan proses pengurangan (jika penyebutnya sama maka pembilang langsung di kurangkan, jika tidak samakan terlebih dahulu penyebutnya),





Jadi, hasil yang di dapatkan,





3. Cara Mengalikan Bilangan Pecahan Campuran

Untuk mengalikan, yang pertama di lakukan adalah ubah terlebih dahulu pecahan campuran ke dalam pecahan biasa. Kemudian lakukan proses perkalian sesuai dengan cara mengalikan pecahan biasa (pembilang di kalikan dengan pembilan dan penyebut dikalikan dengan penyebut). Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini:
Misalkan contoh soalnya sebagai berikut:





Ubah terlebih dahulu pecahan campuran tersebut ke dalam pecahan biasa secara terpisah,







Kemudian, kalikan pecahan yang telah di ubah tadi dan kemudian sederhanakan jika di butuhkan.





Jadi, hasil yang di dapatkan adalah





4. Cara Membagi Bilangan Pecahan Campuran

Untuk dapat melakukan pembagian pada pecahan campuran, pertama-tama anda harus mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, kemudian lakukan operasi pembagian ke pecahan yang telah diubah tadi dengan membalikkan pecahan sebagai pembagi (pembilang menjadi penyebut dan penyebut menjadi pembilang). Kemudian, lakukan pengalian seperti hal yang telah dilakukan di atas. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini:
Misalkan pecahan campuran yang akan dibagi:





Pertama, ubah pecahan campuran ke pecahan biasa secara terpisah.







Kemudian lakukan pembagian dengan membalikkan pembaginya (pembilang jadi penyebut dan penyebut menjadi pembilang). Setelah itu lakukan pengalian seperti pengalian sebelumnya.

 Jadi, didapatkan hasil.

Kesimpulan:

  1. Bilangan pecahan didefinisikan sebagai bilangan a/b. Dimana a merupakan bilangan bulat dan b merupakan bilangan buat (b tidak boleh sama dengan 0).
  2. Bilangan pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan biasa.
  3. Cara menghitung bilangan pecahan campuran yaitu dengan 4 metode diantaranya penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian.
  4. Perhitungan pecahan campuran hampir sama dengan perhitungan pecahan biasa, tetapi pada pecahan campuran terlebih dahulu diubah menjadi pecahan biasa.
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Cara Menghitung Bilangan Pecahan Campuran serta Contoh. Jika anda memiliki pertanyaan seputar materi di atas, silahkan tinggalkan pertanyan anda di papan komentar yang ada di bawah. Kami akan berusaha untuk menjawab semua pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.

Sumber : Matematika SD

Cara Menghitung Bilangan Pecahan Biasa serta Contoh

Menghitung Bilangan Pecahan Biasa - Di pelajaran matematika, anda pasti sudah menemukan bilangan pecahan. Bilangan pecahan telah kita jumpai di bangku sekolah dasar (SD) dan merupakan pelajaran yang sangat dasar pada matematika. Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas tentang cara menghitung bilangan pecahan serta contoh soal di antaranya: cara menambah bilangan pecahan biasa, cara mengurangi bilangan pecahan biasa, cara membagi pecahan biasa, cara mengalikan pecahan biasa, dan lain-lain. Semoga setelah anda membaca postingan kami ini, anda makin paham mengenai cara menghitung pecahan biasa.

Bilangan Pecahan

Bilangan pecahan merupakan bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang terdapat di atas penyebut atau merupakan bilangan yang akan di bagi oleh penyebut. Penyebut adalah bilangan yang terdapat di bawah pembilang atau merupakan bilangan yang akan membagi penyebut. Secara sederhana bisa di katakan sebagai berikut:
  • Pembilang = bilangan yang di bagi
  • Penyebut = bilangan yang membagi
Perhatikan :
 2 
 3
keterangan:
2 merupakan pembilang
3 merupakan penyebut

Menghitung Bilangan Pecahan Biasa

1. Cara Menambahkan Bilangan Pecahan biasa

Menambahkan bilangan pecahan biasa berbeda halnya dengan menambahkan angka bukan pecahan. Yang pertama anda lakukan yaitu dengan menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, kemudian setelah penyebutnya sama, anda dapat menambahkan pembilangnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dan penjelasan berikut ini:
Misalkan pada pecahan 1/2 dan 1/3
Samakan penyebutnya terlebih dahulu secara terpisah,
Kemudian, jumlahkan pembilangnnya:





Sehingga di dapatkan hasilnya,






2. Cara Mengurangkan bilangan pecahan biasa

Mengurangkan bilangan pecahan biasa sama halnya jika ingin menambahkan bilangan pecahan biasa, anda harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu sehingga dapat dilakukan operasi pengurangan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh kasus berikut ini:
Misalkan pada pecahan 1/4 dan 1/5





samakan penyebutnya terlebih dahulu secara terpisah,








kemudian, kurangkan yang di dapat:





Sehingga, didapatkan hasil:





3. Cara Mengalikan bilangan pecahan biasa

Mengalikan bilangan pecahan biasa berbeda dengan operasi penambahan dan pengurangan. Pada operasi kali, anda tidak perlu untuk menyamakan penyebutnya. Untuk dapat mengalikan pecahan, anda hanya perlu mengalikan sesama pembilang dan mengalikan sesama penyebut. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pengalian pecahan berikut:
Misalkan pada pecahan 2/3 dan 3/4





Kalikan sesuai jajarannya, pembilang dengan pembilang serta penyebut dengan penyebut. Sehingga di dapatkan:





4. Cara Membagikan bilangan pecahan biasa

Membagikan bilangan pecahan biasa berbeda dengan mengalikan, menambahkan dan mengurangkan. Membagi bilangan pecahan biasa, terlebih dahulu anda harus mengubahnya dalam bentuk perkalian, yaitu dengan membalikkan pembagi (pembilang jadi penyebut dan penyebut jadi pembilang) kemudian kalikan sesuai cara mengalikan pecahan biasa. Secara singkat dapat diartikan bahwa pembilang dikalikan dengan penyebut dan penyebut dikalikan dengan pembilang. Untuk lebih jelasnya, perhatikan pembagian pecahan biasa berikut:
Misalkan pecahan 4/5 dan 1/2
Balik 1/2 menjadi 2/1 sehingga operasi bagi berubah menjadi operasi kali,
Kemudian kalikan sesuai cara pengalian pecahan biasa,
 Sehingga didapatkan hasil,

Contoh soal

Hitunglah bilangan pecahan berikut ini:
Jawab:

Kesimpulan:

  1. Bilangan pecahan didefinisikan sebagai bilangan a/b. Dimana a merupakan bilangan bulat dan b merupakan bilangan buat (b tidak boleh sama dengan 0).
  2. Bilangan pecahan biasa terdiri atas pembilang dan penyebut.
  3. Cara menghitung bilangan pecahan biasa yaitu dengan 4 metode diantaranya penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian.
Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menghitung Bilangan Pecahan Biasa serta Contoh. Jika anda memiliki pertanyaan seputar materi diatas, silahkan tinggalkan pertanyaan anda di papan komentar yang ada dibawah. Kami akan berusaha untuk menjawab semua pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.

Sumber: Matematika SD

Cara mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan biasa serta Contoh

Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa - Pecahah sering ditemukan dalam matematika. Pelajar pecahan telah dipelajari dari bangku sekolah dasar. Pecahan merupakan pelajaran dasar di matematika dan akan di gunakan pada pelajaran matematika hingga tingkat lanjut. Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas tentang pecahan, mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran, mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, contoh soal pecahan campur dan contoh soal pecahan biasa. Semoga dengan materi yang kami bahas ini, anda lebih paham mengenai pecahan.

Bilangan Pecahan

Bilangan pecahan merupakan bilangan yang didefinisikan sebagai a/b. Bilangan pecahan merupakan bentuk lain dari bilangan desimal. Bilangan pecahan terdiri atas dua (2) jenis, di antaranya:
  • Pecahan Biasa
  • Pecahan Campuran

Bilangan Pecahan Biasa

Bilangan Pecahan biasa merupakan bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang merupakan bilangan yang dibagi sedangkan penyebut merupakan bilangan yang membagi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh pecahan biasa sebagai berikut:
* 3 merupakan Pembilang
* 2 merupakan Penyebut


Bilangan Pecahan Campuran

Bilangan pecahan campuran merupakan bilangan pecahan yang terdiri atas bilangan bulat, penyebut, dan pembilang. Biasa juga disebut sebagai gabungan dari bilangan bulat dan bilangan pecahan. Bilangan bulat merupakan bilangan yang bukan bilangan pecahan, contoh bilangan bulat: 0,1,-1,2,-2 dan seterusnya. Untuk lebih jelasnya, Perhatikan contoh pecahan campuran sebagai berikut:
  *3 merupakan bilangan bulat
  *1/2 merupakan bilangan pecahan biasa


Merubah pecahan campuran ke pecahan biasa

Untuk dapat merubah pecahan campuran ke pecahan biasa, anda harus memisahkan terlebih dahulu bilangan bulat dengan bilangan pecahan. Kemudian ubah bilangan bulat ke dalam bilangan pecahan dengan menyamakan penyebutnya. Setelah itu, tambahkan kedua bilangan pecahan tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:
catatan:





Jadi, untuk mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, anda harus mengubah bentuknya seperti gambar di atas, kemudian ubah bilangan bulat yaitu 3 ke dalam pecahan dengan menyamakan penyebutnya, setelah itu jumlahkan pembilangnya. Perhatikan gambar berikut:





Sehingga di dapatkan hasilnya,





Mengubah Pecahan biasa ke pecahan campuran

Untuk dapat mengubah pecahan biasa ke pecahan campuranyaitu dengan melakukan sebaliknya, anda harus memperhatikan bagian penyebutnya, perhatikan berapa besar maksimal angka yang dapat di bagi oleh penyebut, kemudian pisahkan dengan operator tambah. Untuk lebih jelasnya perhatikan pecahan berikut:
Misalkan:





Pisahkan angka 10 agar bisa di bagi dengan 3, tetapi tetap hasilnya 10 jika di tambahkan.





Kemudian, ubah pecahan 9/3 kedalam bentuk bilangan bulat (bagi 9 dengan 3). Setelah itu gabungkan kedua bilangan tersebut.





Jadi, didapatkan hasilnya,





Contoh soal 1:

Ubah bentuk pecahan biasa di bawah ini menjadi pecahan campuran:
1.  20 
      3
2.  31 
      2
3.  34 
      5
Jawab:











Contoh soal 2:

Ubahlah bentuk pecahan campuran dibawah ini menjadi pecahan biasa:











Jawab:










Kesimpulan:

  1. Bilangan pecahan merupakan bilangan yang didefinisikan sebagai a/b.
  2. Untuk dapat merubah pecahan campuran ke pecahan biasa, anda harus memisahkan terlebih dahulu bilangan bulat dengan bilangan pecahan. Kemudian ubah bilangan bulat ke dalam bilangan pecahan dengan menyamakan penyebutnya. Setelah itu, tambahkan kedua bilangan pecahan tersebut.
  3. Untuk dapat mengubah pecahan biasa ke pecahan campuranyaitu dengan melakukan sebaliknya, anda harus memperhatikan bagian penyebutnya, perhatikan berapa besar maksimal angka yang dapat di bagi oleh penyebut, kemudian pisahkan dengan operator tambah.
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Cara mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan biasa serta Contoh. Jika anda mempunyai pertanyaan seputar materi di atas, silahkan tinggalkan komentar di papak komentar yang ada di bawah. Kami akan berusaha menjawab semua pertanyaan anda. Semoga bermanfaat.